TENTANG AYAHKU
Hampir dua tahun aku tak bertemu ayahku,tapi semua cerita tentangnya masih terlintas dibenakku. Sejak berpisah dari keluargaku aku hanya bisa menanyakan kabar ayah lewat telepon dan meminta foto terbaru ayah dikirimkan lewat multimedia ke telpon genggamku. Mungkin aku tidak tahu apakah sekarang ayahku gemuk atau kurus, sedih atau gembira, tetapi ku yakin dia pasti akan baik-baik saja.
Terlahir di Orahili, tanggal 6 juni 1958, ayahku diberi nama Faonihaogo laia sebagai anak ke empat dari 7 bersaudara dalam keluarga sederhana pasangan moulu laia dan simina laia.
Setelah menamatkan pendidikannya di bangku SD orahili. Ayahku dihadapkan dengan sebuah kenyataan bahwa kakek dan nenek tidak bisa membiayai pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.walau umurnya masih kecil, Ayahku tidak putus asa, berbekal iman, harapan dan doa, ia meninggalkan desanya dan pergi ke kota Gunung sitoli. Ia tetap yakin bahwa Tuhan pasti punya rencana. Harapannya tidak sia-sia, ayah bertemu dengan sebuah keluarga yang saat itu sangat membutuhkan orang untuk membantu pekerjaan dan perkebunan mereka, dan ayah diterima da tinggal dalam keluarga itu. Dari hasil jerih payahnya sebagai pembantu di keluarga itu, ayah akhirnya bisa Melanjutkan studi di SMP BNKP Gunung sitoli kemudian melanjut lagi di SMA N 1 Gunung sitoli, walau dengan syarat sepulang sekolah ia harus bekerja separuh hari dikebun, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah layaknya seorang pembantu rumah tangga.Bahkan di hari minggu sekalipun, sepulang dari gereja ayah langsung bergegas ke kebun, memetik buah pohon cokelat yang matang dan merawat kebun itu. Aku tak bisa bayangkan betapa sulitnya ayah membagi waktu untuk belajar dan bekerja saat itu sehingga ia tetap berprestasi disekolah. Pengalaman ayah ketika SMA memang sangat menyedihkan tapi itulah mengapa ayah tidak mau hal itu terjadi pada kami, ia selalu berjuang agar kami tetap fokus belajar tanpa terbeban dengan masalah dana.
Allah itu memang sangat baik, lulus SMA ayah langsung diterima sebagai PNS di desa asalnya dan bekerja dikantor Camat Lahusa.Ayah membawa prestasi besar dan mendapat nilai plus diantara saudara-saudaranya yang belum sama sekali mengecap pendidikan lanjut setelah SD.
Selama bekerja di kantor camat, ayah tertarik melihat ibuku yang saat itu sering lewat depan kantor untuk pergi kekota.Ayah mencari tahu tentang keluarga ibuku dan mengetahui bahwa gadis yang di cintainya itu bernama Amili laia. Ayah kemudian menghubungi keluarga ibu dan melamar ibu. Walau saat itu ibu tidak mau dijodohkan dengan ayah, ibu terpaksa harus menikah dengan ayah karena paksaan dari keluarga ibuku. Pada tanggal 12 januari 1988, pernikahan itu diselenggarakan dengan sederhana. Dari hasil pernikahan itulah aq dan saudara-saudaraku bisa ada didunia ini.^^
Setiap hari ayah sibuk dengan pekerjaan kantor.Sedangkan mama yang hanya tamat SD tetap dapat menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluargaku.Tahun 2006 lalu ayahku dipercayakan untuk bekerja di kantor Dinas kependudukan kabupaten Nias selatan. Kantornya jauh dari rumahku dan menempuh satu jam perjalanan dari rumahku. Setiap hari ditemani sepeda motor andalannya ayah berangkat pagi-pagi sekali dan pulang pada petang hari.
Ayahku seorang laki-laki yang berwibawa, menjunjung tinggi harga diri dan ulet.Ayah tak pernah diam berpangku tangan. Ayah selalu berusaha agar kami anak-anaknya mendapatkan yang terbaik dan berharap kami anak-anaknya dapat menjadi manusia yang seutuhnya, dapat dibanggakan dan tidak membawa aib dalam keluarga. Ayah juga orang yang tegar, itulah mengapa ia tidak pernah terlihat sedih dihadapan kami anak-anaknya, walau jelas tersirat bahwa masalah yang melilitnya terlalu banyak. oh ayah, mengapa engkau menutupi duka itu??? tidakkah hatimu berontak terhadap matamu???
Aku memang anak yang paling berprestasi di keluargaku dan aku juga satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara dan itulah sebabnya mengapa ayah lebih memberi perhatian lebih kepadaku dibanding saudara-saudaraku yang lain. Ketika aku dimarah oleh ibuku, dan dikucilkan oleh saudara-saudaraku ayah selalu ada sebagai pahlawan yang siap membelaku. Ayah selalu memberi yang terbaik untukku, aku tahu ia sangat bangga dengan prestasi-prestasi yang telah kugapai di bangku sekolah dulu.
26 agustus 2008 lalu. Itulah waktu dimana aku harus meninggalkan rumah demi melanjutkan studiku.Ketika hendak berangkat, berbagai nasehat baik diucapkan oleh keluargaku. aku bisa melihat betapa ayah takut kehilanganku, Memang ia tidak menangisi kepergianku,dan ia tidak memelukku saat itu, bahkan untuk menatap mataku saja ia tak sanggup.Ayah mengucapkan beberapa nasehat dengan tingkah seolah-olah ia sedang memarahiku agar ia terlihat tegar dan tidak menangis.
Aku banyak belajar dari ayah. Belajar sebagai wanita yang tegar dan pantang menangis dihadapan dunia. Itulah mengapa aku selalu bersikap ceria, Semangat, Suka tantangan, dan pantang menyerah. Ada satu harapan yang aku tidak tahu kapan terwujud, aku ingin suatu saat aku akan berdiri disebuah panggung sambil mengangkat piala kemenangan dan ayah ada disampingku menemaniku. Semoga ayah diberi umur panjang sehingga ayah bisa melihat aku ketika aku sukses nantinya.aku mengasihimu Ayah. Oleh : Mitranikasih laia
to download this document klik disini
http://www.ziddu.com/downloadlink/16777301/TENTANGAYAHKU.docx
Komentar
Posting Komentar