REAKTOR TIPE PWR


BAB I
PENDAHULUAN
Teknologi PLTN terus berkembang. Tak seperti di Chernobyl, PLTN kini makin tangguh terkena gempa besar dan mampu mengantisipasi keteledoran manusia sebagai operatornya. Namun, kasus Fukushima menunjukkan, masih ada kelemahan pada desain sistem pengaman atau keselamatannya.
Ketangguhan PLTN di Pulau Honshu telah teruji menghadapi guncangan gempa tektonik berkekuatan 8,9 skala Richter. Semua reaktor (46 buah), yang beroperasi umumnya bertipe Boiling Water Reactor (BWR) dan Pressurized Water Reactor (PWR), mampu merespons gempa kuat dengan mematikan secara otomatis reaksi fisi nuklir di dalamnya. "Yang BWR meliputi Mark I dan Mark III, masing-masing 30 persen. Selebihnya ABWR (Advanced BWR)," kata Mohammad Dhandhang Purwadi, Kepala Bidang Pengembangan Reaktor Badan Tenaga Nuklir Nasional.Semua sistem pendingin di reaktor-reaktor itu juga mampu menjalankan unit cadangan pendingin reaktor pascagempa, kecuali tiga unit PLTN di Fukushima Daiichi.
Argumen yang muncul atas kegagalan itu, Fukushima Daiichi menggunakan BWR generasi pertama (Mark I) yang mulai beroperasi tahun 1970-an. PLTN itu sudah tergolong usang.
Generasi awal PLTN umumnya memiliki umur operasi sekitar 30 tahun. Generasi yang lebih baru dirancang untuk bisa dioperasikan selama 40-60 tahun. Setelah habis masa operasinya, PLTN harus dimatikan reaktornya secara permanen.
Dalam perkembangan, muncul sekitar tujuh tipe PLTN, yaitu Reaktor Air Mendidih (BWR), Reaktor Air Bertekanan (PWR), Reaktor Air Berat Bertekanan (Pressurized Heavy Water Reactor/PHWR), Reaktor Grafit Berpendingin Air (Light Water Graphite Reactor/LWGR), Reaktor Pembiak Cepat (Fast Breeder Reactor/FBR), dan Pebble Bed Reactor (PBR).
PLTN yang dibangun di Indonesia nanti menggunakan teknologi PWR (Presurized Water Reactor) atau teknologi PLTN yang paling banyak digunakan di dunia. Daerah di Semenanjung Muria (Jawa Tengah) telah dipilih untuk menjadi tempat didirikannya PLTN, yang pada tahap pertama (2016-2017) akan memiliki kapasitas 2 x 1 GW (PWR-Twin) dan pada tahap berikutnya (2023-2024) ditambah dengan PWR-Twin berikutnya.








BAB II
PEMBAHASAN


II.1.  PENGERTIAN
PWR (Pressurized Water Reactor) merupakan salah satu tipe reaktor yang paling banyak dipakai di dunia saat ini. Walaupun generasi baru reaktor telah berhasil dikembangkan, tetapi penelitian mengenai reaktor tipe PWR masih tetap dilakukan mengingat bahwa reaktor tipe ini telah terbukti pada tataran praktis dan mampu bertahan sampai saat ini. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah mengenai konfigurasi bahan bakar reaktor.
Reaktor air tekan pada awalnya dikembangkan oleh perusahaan Westinghouse dan Puslit pemerintah Amerika Serikat di Argonne. Pada mulanya reaktor ini dikembangkan untuk penggerak kapal selam. Nautilus adalah salah satu nama kapal selam bertenaga nuklir yang beroperasi dari tahun   1954   sampai   tahun   1980. Berbekal   keberhasilan  membuat   reaktor   untuk   kapal   selam, perusahaan Westinghouse membangun reaktor untuk pembangkitan  listrik di  pelabuhan dengan daya 100 Mwe.  Reaktor   ini    beroperasi  dari  Desember  1957 hingga Oktober  1982.  Reaktor   ini dikenal sebagai reaktor air tekan berdaya besar pertama di dunia. Dalam pengoperasiannya untuk tujuan   percobaan,   pada   saluran   pendingin   primer   yang   masuk   dan   keluar   bejana   reaktor ditempatkan saluran nosel. Pada teras reaktor dilakukan uji coba dengan menempatkan konstruksi selimut  benih  (seed-blanket),  dan menggunakan batang  kendali  hafnium berbentuk +  (silang). Berbeda dengan  reaktor  air   tekan standar,  pada  reaktor   ini  pembangkit  uap masih diletakkan dengan posisi horisontal (mendatar).


Beberapa lama kemudian didirikan reaktor air tekan dengan menggunakan stainless-steel sebagai bahan kelongsong,  dan batang kendali  berpenampang +  (silang).  Baru pada  tahun 1970,  yaitu  pada PLTN Beznau dan Ginna, dibangun reaktor air tekan dengan kelongsong Zirkalloy-4, kendali kompensasdi kimiawi (chemical-sim), kluster batang kendali, dan pembangkit uap yang diletakkan berdiri tegak. Reaktor ini menjadi standar reaktor air tekan hingga saat ini. Pemasok atau pembuat reaktor   air   tekan   di   antaranya   adalah  Westinghouse,  Brown  Boveri  Combustion  Engineering Nuclear  Power  dan Bibcock & Wilcock Co.  dari  Amerika Serikat.  Pemasok dari  Eropa adalah Framatome-Perancis,  Siemens-Jerman dan Mintyazhmash  (Ministry of  Heavy  Industries)  Rusia. Pemasok reaktor air  tekan dari  Jepang hanya perusahaan Mitsubishi. Hingga pada  tahun 1999, dari 341 buah reaktor air ringan yang beroperasi, 73 % di antaranya adalah tipe reaktor air tekan. Dari seluruh reaktor air ringan yang sedang dibangun (35 buah), 83 % di antaranya adalah tipe reaktor air tekan. Dari data ini terlihat bahwa persentasi reaktor air tekan bertambah dari tahun ke tahun..
Skema Reaktor Pressurized Water Reactor (PWR)

II.2. KARAKTERISTIK REAKTOR AIR TEKAN (RAT)
II.2.1. Konstruksi dasar
Deskripsi  sistem utama reaktor air  tekan diperlihatkan pada Gambar dibawah
Dalam reaktor air  tekan terdapat  konstruksi  sistem pendinginan primer   (sistem  reaktor)  dan sistem pendingin sekunder (sistem uap). Keduanya mengungkung material radioaktif agar tidak menyebar keluar dari reaktor. Pada sistem primer air tidak diperbolehkan mendidih dengan cara memberi tekanan yang cukup tinggi.   Air   pendingin   bertekanan   tinggi   dan   bertemperatur   tinggi   (tekanan   157   kg/cm2 dan temperatur 325 oC) dari sistem primer dialirkan ke perangkat pembangkit uap (steam generator) dengan   pompa   sirkulasi   primer.   Setelah   melepaskan   energi   panasnya,   air   ini   kemudian dikembalikan ke bejana reaktor. Pada perangkat  pembangkit uap,  panas dialihkan ke pendingin pada sistem sekunder.  Dengan panas  tersebut  air  sistem sekunder  diubah menjadi  uap dalam perangkat  pembangkit  uap.  Temperatur  uap di   sistem sekunder  pada  saat   reaktor  beroperasi adalah   277  oC  dan   tekanannya   62   kg/cm2.  Uap   yang   terbentuk   ini   kemudian   dialirkan  untuk menggerakkan  turbin yang digandengkan dengan generator   listrik.  Uap dari   turbin dialirkan ke Kondenser   untuk   diembunkan  (diubah menjadi   fase  cair),   selanjutnya   air   ini   dikembalikan  ke pembangkit uap dengan bantuan pompa sekunder. Cara kerja sistem primer dan sekunder yang dijelaskan di atas dianut oleh reaktor air tekan buatan Westinghouse dan Mitsubishi.
II.2.2. Konstruksi dan Struktur dalam bejana reactor
Di  dalam bejana reaktor terdapat   teras reaktor yang disusun dari  gabungan perangkat  bahan bakar,  batang kendali  dalam bentuk kluster.  Pada bagian atas teras terdapat pengarah dan penggerak batang kendali. Di sekitar teras terdapat bafel teras dan perisai termal teras. Dalam bejana reaktor terdapat 1 buah teras reaktor, 24 buah pengarah bahan batang kendali  dan 9 buah kisi. Pada bagian atas dan bagian bawah  teras  terdapat  nosel.  Batang bahan bakar   terbuat  dari  pelet  uranium oksida dengan   pengayaan   rendah   hasil   proses   sinter.   Pelet   bahan   bakar   dimasukkan   ke   dalam kelongsong zirkalloy-4. Kedua ujung kelongsong ditutup dengan tutup zirkalloy-4 yang dilas. Pada bagian atas di dalam kelongsong dipasang per penekan yang terbuat dari stainless-steel. Bagian di dalam kelongsong bahan bakar diisi gas helium. Pada batang bahan bakar ini terdapat ruang pada bagian atas yang disebut  plenum.  Di  antara pelet  bahan bakar  dan kelongsong  terdapat celah,  dengan demikian hasil-hasil  reaksi   fisi  yang berbentuk gas yang keluar  dari  pelet  bahan bakar  uranium dapat   tertampung   pada  dua   ruang  tersebut   (plenum  dan   celah).  Selain  untuk menampung gas hasil fisi, kedua ruang tersebut dirancang untuk dapat mengakomodasi pemuaian logam maupun gas yang akan menghasilkan kenaikan tekanan.
Dalam suatu kluster batang kendali terdapat 24 batang kendali yang digabungkan dan digerakkan secara bersama-sama. Batang kendali berisi bahan penyerap neutron seperti logam paduan Ag-Ni-Cd   (Argentum-Nickel-Cadmium). Konstruksi penggerak batang kendali terdiri dari sistem batang ulir yang dilengkapi dengan penggerak motor listrik dengan pemegang "jack" magnetik yang dilengkapi dengan  mekanisme   pengunci. 
Gambar   diatas memperlihatkan  mekanisme   pengunci   pada   "jack" magnetik dengan 3 macam lilitan penggerak yang bekerja secara bergantian antara dua kondisi (melawan   dan  mendukung)  magnetik.  Pengendalian   reaktivitas   (reaksi   fisi)   dilakukan   dengan menggunakan batang kendali untuk pengendalian jangka pendek, sedangkan untuk pengendalian jangka panjang dilakukan dengan mengatur konsentrasi cairan asam yang menghalangi reaksi fisi (pengendalian kompensasi kimiawi, chemical-shim control). Jika   dalam  pengoperasian   reaktor   terdapat   suatu   kondisi   anomali   atau   kondisi   yang   dapat membahayakan  reaktor,  maka arus  listrik pada seluruh  lilitan    "jack" magnetik putus,  sehingga semua batang  kendali  secara cepat   jatuh  ke bawah dan masuk ke dalam  teras melalui   jalur pengarahnya.  Akibatnya   reaktor   berhenti   secara   otomatis   dan   hal   ini   disebut   pancung   daya (scram).  Kasus berhentinya  reaktor   secara otomatis oleh  karena anomali  atau pancung daya dalam reaktor air tekan disebut "trip" reaktor
II.2.3. Pengendalian Daya Reaktor
Tekanan dalam sistem primer,  baik pada bejana  tekan maupun  jalur  pemipaan yang berkaitan, dijaga  tetap pada 157 kg/cm2.  Dengan demikian, walaupun dalam  teras reaktor  terjadi  kenaikan daya,  pendidihan  tidak akan  terjadi.  Kondisi   ini  menyebabkan densitas air  pendingin yang  juga berfungsi sebagai moderator akan cukup untuk memoderasi neutron dengan baik. Oleh karena itu pengendalian daya  (reaktivitas)   reaktor  dilakukan dengan penyerapan neutron dengan batang kendali   dan   racun   kimia-dapat-bakar  (pengendalian   kompensasi   kimiawi).   Pengendalian kompensasi  kimiawi  dilakukan dengan melarutkan cairan asam borak(senyawa kimia penyerap neutron) ke dalam pendingin sistem primer. Konsentrasi asam ini diatur sedemikian rupa sehingga dapat  mengendalikan   proses   penyerapan   neutron   yang  menghambat   reaksi   fisi   dalam  teras reaktor.   Jika asam borak  ini  menyerap neutron,  unsur  borak  akan mengalami   reaksi   inti  dan berubah manjadi unsur lain (terbakar). Oleh karena itu senyawa kimia seperti asam borak disebut sebagai   racun-dapat-bakar  (burnable poison).  Pelarutan cairan asam borak akan menyebabkan distribusi reaksi fisi (distribusi daya panas) menjadi rata pada seluruh teras sehingga menurunkan daya maksimum relatif dalam teras reaktor. Dalam sistem primer, jumlah untai (loop) dan jumlah perangkat pembangkit uap bergantung pada daya yang akan dibangkitkan. Pada reaktor air tekan terdapat perangkat pengatur tekanan sistem primer yang di dalamnya terdiri dari pemanas untuk menaikkan tekanan dan penyemprot air untuk menurunkan tekanan. Perangkat pengatur tekanan ini   dapat  mengendalikan  tekanan,   termasuk  jika  terjadi   kenaikan  tekanan pada  sistem  primer
karena perubahan temperatur. Hal  penting  yang perlu dicatat   tentang hubungan antara  reaktor  dan  turbin pembangkit   listrik (turbin listrik: turbin dan generator listrik) adalah, daya reaktor harus selalu mengikuti beban listrik yang dipikul  oleh  turbin pembangkit   listrik.  Pada reaktor air  tekan,  berdasarkan prinsip koefisien reaktivitas  temperatur  moderator   (dalam hal   ini  adalah sama dengan pendingin sistem primer) daya reaktor dapat mengikuti beban yang dipikul oleh turbin pembangkit listrik. Jika beban listrik meningkat,  maka diperlukan  kenaikan  jumlah pembangkitan uap  (kapasitas uap naik).  Hal   ini menyebabkan temperatur air pendingin yang masuk ke bejana tekan turun. Penurunan temperatur pendingin primer akan menaikkan kemampuan moderasi neutron dan meningkatkan daya termal yang   dibangkitkan   reaktor.   Fenomena   ini   secara   otomatis  menyebabkan   reaktor  melakukan
pengendalian diri untuk mengikuti beban listrik, namun prinsip ini hanya akan bekerja dengan baik untuk perubahan beban  listrik yang kecil.  Bila beban  listrik mengalami  perubahan cukup besar, maka untuk mengikuti perubahan listrik digunakan cara pengendalian dengan mekanisme batang kendali. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengendalian reaktor air tekan mengikuti prinsip "reaktor mengikuti beban turbin listrik".
II.2.4. Sistem Keselamatan Rekayasa
Gambar dibawah  menunjukkan diagram alir sistem pendingin darurat reaktor  (Emergency Core Cooling System, ECCS).
Sistem pendingin darurat ini digunakan, jika terjadi kebocoran (misalnya pipa-pipa penyalur   air   pendingin   primer   terpotong   atau   bocor)   pada   sistem   pendingin   primer   yang mengakibatkan   air   pendingin   keluar   dari   sistem  primer   sehingga   sistem  primer   kekurangan pendinginan.   Dalam   kondisi   kekurangan   pendingin,  untuk   menjaga   keutuhan   bahan   bakar digunakan sistem pendingin teras reaktor darurat. ECCS terdiri dari tiga sistem, yaitu sistem injeksi pendingin  tekanan  tinggi,  sistem  injeksi  pendingin  tekanan  rendah dan sistem  injeksi  pendingin dari akumulator atau penampung air pendingin. Pendingin bertemperatur  tinggi  dan bertekanan  tinggi  yang keluar dari  system primer membawa material   radioaktif  dan  tidak   diperbolehkan  keluar  dari   sistem.  Karena  itu  pada  reaktor   nuklir disediakan  bejana  tekan  pengungkung   (containment).  Dalam  sistem  pengungkung  tersebut   di antaranya  terdapat   bejana  tekan,   perangkat   yang berkaitan dengan  sistem pendinginan  teras reaktor   serta  perangkat   yang  berkaitan  dengan  sistem  proteksi   keselamatan  terekayasa.  Jika terjadi  kecelakaan,  bahan bakar yang kehilangan pendingin dapat  meleleh dan kemudian diikuti dengan kenaikan temperatur dan tekanan dalam bejana tekan.
Pada saat ini unsur-unsur radioaktif (radioisotop) yang berbentuk gas dapat keluar dari sistem. Untuk itu, agar tidak terjadi pelepasan radioisotop   ke   luar   sistem,   pada   bagian   atas   bejana   tekan   pengungkung   diletakkan   sistem penampung air   yang dapat  memancarkan air  pada bagian-bagian di  bawahnya. Selain  itu,  untuk mencegah  terjadinya  iradiasi  udara di  sekitar bejana pengungkung oleh bahan radioaktif   yang   ada   dalam   bejana,   maka   di   luar   bejana   terdapat   konstruksi   anulus   yang mengalirkan udara di sekitar bejana pengungkung ke bagian pemurnian udara.


II.3. BENTUK DAN KONSTRUKSI DAYA REAKTOR
Bentuk dan konstruksi   reaktor  air   tekan dapat  digolongkan atas  reaktor  buatan Westinghouse (WH),  Bibcock  &  Wilcock   (B&W),  Combustion   Engineering   (CE)   dan   reaktor  Rusia   (VVER). Reaktor tipe WH, B&W dan CE menganut prinsip yang sama dalam hal pemisahan sistem primer dan sekunder,   tetapi  konstruksi  sistem pendingin,  konstruksi  pembangkit  uap dan beberapa hal lain terdapat perbedaan di antara ketiganya.
II.3.1. Reaktor Air Tekan Westinghouse
Dengan penambahan daya pembangkitan listrik, reaktor tipe WH mengalami penambahan jumlah pembangkit uap dan sistem pendingin pendukungnya. Reaktor WH dengan kapasitas daya 1000 MWe mempunyai 4 buah sistem pendingin (4 buah pembangkit uap dan sistem saluran pendingin,  4 buah pompa pendingin). pembangkit  uap diletakkan berdiri tegak lurus dengan pipa-pipa U berada di dalamnya. Pipa U berisi air panas dari pendingin sistem primer,  sedangkan air  di   luar  pipa U akan menerima panas dan mengalami pendidihan.  Beberapa  pembangkit   uap   yang  sama  dengan  tipe  ini   adalah  buatan Mitsubishi-Jepang, Framatom-Perancis dan KWU-Jerman. Reaktor   N4   (1516   MWe)   buatan   Framatom-Perancis   dirancang   berdasarkan   pengalaman kecelakaan  reaktor  Three Mile  Island  (pada  tahun 1979),  yaitu peningkatan keandalan operasi dengan sentralisasi kendali, selain itu dilakukan juga peningkatan efisiensi ekonomi. Sementara itu reaktor Chooz-B1,  B2 dan Civaux-1,2 sudah mulai  beroperasi.  Pengembangan reaktor air  tekan terus   berlanjut,   EPR  (Europan   Pressurized   Water   Reactor:   Reaktor   Air   Tekan   Eropa) dikembangkan oleh Perancis dan Jerman berdasarkan rancangan reaktor air  tekan Perancis N4 dan reaktor air tekan Jerman Konvoy.
Dalam pengembangan EPR, dilakukan peningkatan faktor keselamatan  dengan memperhitungkan  adanya  kecelakaan  terparah  (Severe Accident),   faktor efisiensi dengan pengoperasian yang mudah serta peningkatan efisiensi ekonomis dengan umur reaktor yang relatif panjang (60 tahun) dan derajat bakar bahan bakar mencapai 70 GWd/t, bahan bakar MOX hingga 50 %. Sementara itu, perusahaan Westinghouse mengembangkan reaktor air tekan dengan nama APWR 1530 MWe (Tabel 1). Reaktor air tekan ini dirancang dengan peningkatan pada faktor keandalan (tingkat   redundansi   tinggi,   rapat  daya  rendah),   faktor  ekonomi   (perangkat  bahan bakar   tingkat zirkalloy). Sepertiga teras reaktor berbahan bakar MOX dengan kemampuan derajat bakar bahan bakar   lebih  tinggi,   yaitu mencapai  55 GWd/t.   Jika  terjadi   kecelakaan,   probabilitas  risiko yang ditanggung satu  tingkat   lebih  rendah dari   reaktor  air   tekan yang ada. 
Jepang berencana untuk memakai reaktor tipe baru tersebut pada Tsuruga 3 dan 4, tetapi  hingga saat ini reaktor-reaktor tipe baru tersebut belum ada yang beroperasi. Pada saat ini kelompok Westinghouse memfokuskan diri merancang reaktor air tekan lanjut tipe AP600 (daya reaktor 600 MWe) yang dapat memenuhi aturan tentang reaktor air tekan lanjut dari EPRI/DOE yang menganut prinsip keselamatan pasif (reaktor akan terkondisi kepada keselamatan secara pasif, tanpa adanya faktor dinamis seperti gerak katup, pompa dsb). Reaktor ini memenuhi kriteria   pendinginan   pasif.
penyederhanaan desain (secara umum dibandingkan dengan reaktor air tekan saat ini 50 % lebih sederhana, perpipaan 80 % lebih rendah, pengkabelan 70 % lebih rendah dlsb.), dibuat dengan konsep modul,  sesuai  konsep keselamatan publik  (pada saat  kecelakaan,  selama 3 hari   tidak diperlukan operator  untuk mengatasinya),  sangat  mudah diterima dan mendapat  perizinan dan waktu pembangunan pendek (3 tahun). Sistem pendingin mirip dengan reaktor air tekan B&W dan CE,  yaitu mempunyai  2 buah pembangkit  uap berdiri  vertikal  dengan 4 buah pompa pendingin pada   sistem  primer.  Reaktor   AP600   sudah  mendapatkan   izin   dari   Badan Pengawas   Nuklir Amerika, US-NRC.
II.3.2. Reaktor Air Tekan Combustion Engineering
Reaktor air tekan tipe CE mempunyai 2 untai pendingin primer (2 buah pembangkit uap dan 4 buah pompa pendingin pada sistem primer). Air pendingin sistem primer  yang keluar  dari  pembangkit  uap dikembalikan ke bejana  reaktor  dengan  tenaga dorong dari 4 buah pompa. Konstruksi dari pembangkit uap sama dengan pembangkit uap pada reaktor WH, yaitu pembangkit uap berdiri vertikal dengan tabung pipa U terbalik di mana terbentuk uap   dengan   resirkulasi. terdapat   perbedaan   bentuk   pada   separator   uap, pengering uap dan bagian pipa  transfer  panas).  Pembangkit  uap buatan CE dipakai  di  Jepang pada reaktor Mihama 1. Reaktor air tekan desain CE diberi nama System80+. KNSP Korea telah membangun   reaktor   berbasis  System80+   yang   sangat  murah   ongkos   pembangunannya   dan sangat tinggi keandalannya. Beberapa reaktor tipe ini yang telah mulai beroperasi di Korea adalah reaktor Ulchin-3, 4 dan Yonggwang-1,2.
II.3.3. Reaktor Air Tekan Bibcock & Wilcock
Konstruksi sistem pendingin reaktor B&W sama dengan yang ada pada reaktor air tekan CE, yaitu mempunyai dua untai pendingin pada sistem primer (2 buah pembangkit uap dan 4 buah pompa pendingin   pada   sistem  primer). pembangkit   uap   diletakkan secara vertikal. Reaktor Three Mile Island yang mengalami kecelakaan pada tahun 1979 adalah reaktor air tekan tipe B&W.
II.3.4. Reaktor air tekan Rusia (VVER)
Dari sudut pandang bentuk sistem pendingin reaktor, reaktor air tekan ini dapat digolongkan pada reaktor  air   tekan  tipe WH.  Perbedaan menonjol  dibandingkan dengan  reaktor   tipe Eropa barat adalah bentuk perangkat bahan bakar. Tampang lintang perangkat bahan bakar VVER adalah segi enam. Selain bentuk perangkat bahan bakar, VVER mempunyai pembangkit uap yang diletakkan secara horisontal. Pada tipe lama (VVER-440/V-230) diperkirakan terdapat persoalan pada sistem keselamatannya,   tetapi   pada   VVER-1000   (1000   MWe)   sistem   keselamatannya   sudah diperhitungkan dengan baik sehingga bisa disejajarkan dengan reaktor-reaktor Eropa Barat.
Reaktor Air Tekan yang beroperasi pada saat ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu tipe reaktor Barat (Amerika-Eropa) dan tipe reaktor Rusia (VVER).  Tipe reaktor Barat diwakili oleh tipe Combustion Engineering (CE) dan Bibcock &Wilcock (B & W). Kedua tipe mempunyai bentuk perangkat bahan bakar yang sama dengan tampang lintang potongan berbentuk bujur sangkar, dan menggunakan pembangkit uap vertikal. Terdapat sedikit perbedaan dalam sistem pendingin dan pembangkit uap. Bentuk  tampang  lintang potongan perangkat  bahan bakar   reaktor  air   tekan Rusia adalah segi enam, dan pembangkit uap diletakkan secara  horisontal. Kini  sedang dikembangkan  reaktor  air   tekan yang  lebih aman dan ekonomis.  Reaktor   tersebut adalah Reaktor  Air  Tekan Maju  (Advanced Pressurized Water  Reactor)  buatan Westinghouse (WH),  System80+   buatan  CE.  Keduanya   berukuran   besar.  Untuk   yang   berukuran  menengah dengan pembangkitan daya sebesar 600 MWth, terdapat reaktor AP600 buatan WH. Dalam waktu dekat di Jepang direncanakan akan dibangun reaktor air tekan maju.


II.4. RENCANA PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA
Rencana pembangunan reaktor PLTN pertama di Indonesia telah dituangkan dalam Sistem Energi Nasional (SEN) dan direncanakan dalam roadmap PLTN. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penyusunan dokumen pengguna (URD=user requirement document). Reaktor yang akan dipilih adalah reaktor yang telah proven atau telah dioperasikan. Mengingat bahwa desain reaktor bervariatif, maka perlu dikaji dasar pemilihan desain, dalam kajian ini dibatasi pada desain teras reaktor saja. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek teknis desain teras PWR kelas 1000MWe.
Metodologi yang digunakan adalah kajian melalui penelusuran persyaratan desain teras reaktor daya dari Badan tenaga atom internasional (IAEA=International Atomic Energy Agency), dan badan regulasi dalam hal ini adalah BAPETEN serta dari berbagai sumber hasil kerjasama BATAN. Pemilihan desain teras reaktor harus berdasarkan pada filosofi desain yang mengacu pada desain yang sederhana, marjin keselamatan yang tinggi dan bukan merupakan reaktor yang sedang diuji. Peningkatan desain keselamatan reaktor dari konsep sistem keselamatan yang sederhana dengan konsep sistem aktif yang dikembangkan pada PWR yang telah proven menjadi sistem keselamatan pasif, mempunyai nilai tambah pada desain keselamatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rentang daya reaktor kelas 1000MWe yang didesain oleh berbagai vendor, sangat bervariasi antara 900 MWe hingga 1100MWe. Mengacu pada definisi proven yang terdapat pada peraturan BAPETEN, tidak tertutup kemungkinan pemilihan reaktor daya maju di masa depan.






BAB III
KESIMPULAN
Dalam  PLTN  tipe  Reaktor   Air   Tekan,   air   ringan   digunakan   sebagai   pendingin   dan  medium pelambat    neutron (moderator neutron).  Teras reaktor diletakkan dalam satu bejana.  Sistem air pendingin yang melalui teras reaktor disebut sistem pendingin primer. Di dalam sistem primer tidak diperbolehkan  terjadi  pendidihan,  karena  itu sistem dibuat  bertekanan yang  tinggi.  Dari  sistem pendingin primer  yang bertekanan  tinggi  dan bertemperatur   tinggi   ini,  air pendingin dialirkan ke pipa-pipa dalam alat  pembangkit  uap.  Di   luar  pipa  ini  air   (dalam  sistem pendingin  sekunder) menerima panas dari air pendingin primer dan mengalami  penguapan. Uap yang  terjadi  dari  air pendingin sekunder ini kemudian dialirkan ke turbin untuk memutar generator listrik.Reaktor Air Tekan yang beroperasi pada saat ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu tipe reaktor Barat (Amerika-Eropa) dan tipe reaktor Rusia (VVER).  Tipe reaktor Barat diwakili oleh tipe Combustion Engineering (CE) dan Bibcock &Wilcock (B & W). Kedua tipe mempunyai bentuk perangkat bahan bakar yang sama dengan tampang lintang potongan berbentuk bujur sangkar, dan menggunakan pembangkit uap vertikal. Terdapat sedikit perbedaan dalam sistem pendingin dan pembangkit uap. Bentuk  tampang  lintang potongan perangkat  bahan bakar   reaktor  air   tekan Rusia adalah segi  enam, dan pembangkit uap diletakkan secara  horisontal.








Sumber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LADY IN WAITING ( WANITA DALAM PENANTIAN)

“Kulewati Semua Dengan Iman”