No Reason For Worry
Filipi 4 :6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang
apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah
dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.
Bacaan : 6:25-34
Suatu
ketika, seseorang bertanya kepada saya, mengapa memilih Jogya untuk kuliah S2
lagi sementara dulu sudah 4 tahun kuliah S1 di Jogya juga. lalu hal yang lebih
spesifik ditanyakan kepada saya, kamu biaya sendiri ya? Bukankah S2 itu mahal?
Kamu dibiayain orang tua? Well, lumrah jika mereka berpikiran seperti itu
sebagai naluri manusiawi, ntah bagaimana menjelaskannya kepada mereka, saya tau
saya tidak mungkin menjelaskan kepada mereka secara langsung dengan begitu
detil. Tapi intinya “saya merasa dari dulu Tuhan terus bekerja untuk memenuhi segala
kebutuhan saya, ada aja cara Tuhan mendatangkan berkat. Saya mungkin berpikir,
ah saya sudah tau standar jogya seperti apa, uang perbulan harus seperti apa ,
uang seribu cukup untuk makan nasi kucing,
jika sudah benar benar tak punya uang, saya mungkin bisa numpang makan dirumah keluarga yang saya
kenal di lingkungan gereja. Kesannya Seperti mengandalkan manusia di sekitar,
tapi Secara tak sadar itu semua adalah jalan, cara dan jembatan dari Tuhan.
Jika sudah seperti itu, apa lagi yang harus saya kuatirkan?
Siapa sih yang tidak pernah kuatir? Apakah anda kuatir tentang makanan dan
minuman? (mat 6:25), tentang pakaian (Mat 6:28), Hari Esok (Mat 6:34),
Perjuangan (Mat 10:19), karunia berbicara ? ( Markus 13:11), atau apapun itu Tuhan selalu punya jawaban I
Petrus 5 :7 “Serahkanlah segala
kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Mungkin
jika kita terus kuatir, Tuhan bisa aja ngomong “aduh nak, Aku harus bagaimana
lagi untuk membuktikannya padamu??? Mengapa kamu masih terus saja kuatir?
Jika
tubuh-NYA dan darah-NYA yang begitu mahal mau Tuhan beri buat kita. Lalu
haruskan karena uang rupiah saja kita harus meragukan Tuhan?. Sudah terlalu banyak bukti untuk "percaya" , kenapa
harus kuatir?? Cobalah untuk mengingat pertolongan-pertolongan Tuhan di masa-masa sulit kmrn agar sekarang, nanti dan besok, kita tidak punya alasan buat kuatir
tentang apapun juga. (MBC)

Komentar
Posting Komentar