Tempat terbaik untuk mengadu
kemarin Saya menangis
terharu ketika seorang sahabat lama menelpon
dan menyampaikan kabar bahwa dia akan menikah dengan seorang pria, ya pria itu
yang sering menjadi alasannya menangis dan tersenyum. Biasanya ia hanya lebih sering
menelpon saya ketika ia butuh teman untuk curhat, menyampaikan rasa
bersalahnya, menyampaikan omelan yang tak tersampaikan ke objek yang membuatnya
terluka. Tak jarang ia menangis dan terdiam di kejauhan.
Saya sangat merasa
bersyukur bisa menjadi sahabat yang selalu ada dalam dukanya. skalipun saya
sedih tak dapat hadir di hari pernikahannya, Allah menghibur saya lewat saat
teduh pagi ini. Ya sekalipun tak bisa hadir langsung disana dengan pesta yang hanya beberapa jam, tapi
saya bersyukur sudah menghabiskan banyak waktu yang tidak sia-sia untuk
mendengarkan dan mendukungnya dalam setiap doa yang tulus.
Hari masih terlalu pagi, dan setelah saat
teduh saya melanjutkan belajar untuk persiapan UAS hari ini.
Ping…!!! ya, seorang temen
ngeping via bbm. Stelah basa basi nanyain kabar (hmm, sebenarnya ia mengawali
pertanyaannya dengan pertanyaan yang simple, “masih jalan sama yang
kemarin?” stelah saya menjawabnya, ia
melanjutkan dengan sebuah pertanyaan, “aku boleh telpon nggak? Aku pengen
curhat (dengan emoticon menangis)”, oke
silahkan J
Harusnya, saya bisa
katakan saya lagi sibuk belajar, tapi tidak. Allah ingin saya melakukan sesuatu
untuknya, minimal mendengarkannya.
Dari perenungan pagi ini (kita abaikan cerita dari teman saya) , saya
diingatkan oleh pribadi Allah yang selalu ada buat setiap pribadi yang mencarinya. Allah
adalah pribadi yg selalu menunggu kita untuk mendengarkan setiap keluhan kita.
Sekalipun IA kelihatan diam, tapi sebenarnya tidak pernah sekalipun terdiam
atau sengaja mendiamkan diri. Kita hanya perlu datang saja ke pangkuan Allah
dan berdoa.
Roma
8:26: Demikian juga Roh membantu kita
dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa;
tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang
tidak terucapkan.
Ya, kelihatan jelas bahwa
Allah selalu ada untuk kita. Ada Roh kudus yang setiap saat dalam doa
memberikan kekuatan, penghiburan, dan hikmat atas apapun sedang terjadi. Hal
lain yang lebih penting adalah Allah bisa menjaga rahasia curhatan kita. Ya
Allah tidak “ember” (bahasa gaulnya), juga Allah tidak mengejek ataupun menuduh
kita karena hal kesalahan dan kelalaian kita, seburuk dan sekotor apapun kita
dihadapan Allah, Allah selalu ada setiap kali kita datang mengadu dan berserah.
Dan Allah
akan bertanggung jawab hingga akhir dari proses yang kita alami. (mbc)
Komentar
Posting Komentar